TEKS CERITA FANTASI: Pengertian, Ciri, Struktur, & Contoh Teks | SMP


A. Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah cerita fiksi yang dikembangkan berdasarkan imajinasi penulis. Peristiwa, tokoh, latar, atau kejadian dalam cerita sering kali tidak masuk akal dan tidak dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Cerita fantasi dapat menghadirkan makhluk ajaib, perjalanan lintas waktu, dunia khayal, benda-benda berkekuatan magis, atau teknologi masa depan yang belum ada. (detikcom)

 

Contoh cerita fantasi:

  • Seorang siswa menemukan pintu menuju kerajaan naga.
  • Seorang anak dapat berbicara dengan hewan.
  • Perjalanan ke masa lalu menggunakan mesin waktu.
  • Pertempuran antara manusia dan penyihir.

 

B. Ciri-Ciri Cerita Fantasi

 

1. Bersifat Imajinatif

Cerita lahir dari khayalan atau daya imajinasi pengarang.

Contoh: Andi terbang menembus awan dengan sapu ajaib.


2. Mengandung Keajaiban atau Kemustahilan

Terdapat peristiwa yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.

Contoh: Sebuah buku dapat berbicara dan memberikan nasihat.


3. Tokoh Memiliki Keunikan

Tokoh dapat berupa manusia, hewan, robot, peri, raksasa, naga, atau makhluk lain yang memiliki kemampuan luar biasa. 


4. Latar Tidak Terbatas

Latar dapat berupa:

  • Masa lalu
  • Masa kini
  • Masa depan
  • Dunia lain
  • Planet asing
  • Kerajaan ajaib


5. Menembus Ruang dan Waktu

Tokoh dapat berpindah ke masa lampau atau masa depan secara ajaib. 

6. Mengandung Nilai Kehidupan

Walaupun bersifat khayalan, cerita fantasi tetap mengandung pesan moral yang dapat dipelajari pembaca.

 

C. Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Berdasarkan Kesesuaiannya dengan Dunia Nyata

1. Fantasi Total: Semua unsur cerita bersifat khayalan.

Contoh:

  • Dunia peri
  • Kerajaan naga
  • Planet yang dihuni monster

2. Fantasi Irisan: Menggabungkan unsur nyata dan unsur fantasi.

Contoh:
Seorang siswa SMP menemukan jam tangan yang dapat menghentikan waktu. 

 

Berdasarkan Waktu Terjadinya

1. Fantasi Sezaman: Menggunakan latar waktu masa kini.

Contoh:
Seorang anak menemukan ponsel yang dapat berbicara.

2. Fantasi Lintas Waktu: Menggunakan perpindahan waktu masa lalu atau masa depan.

Contoh:
Seorang pelajar masuk ke era Majapahit melalui gerbang ajaib. 


D. Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Fantasi

1. Tema: Ide pokok yang mendasari cerita.

Contoh:

  • Persahabatan
  • Keberanian
  • Petualangan
  • Kejujuran

2. Tokoh dan Penokohan: Pelaku dalam cerita beserta sifat-sifatnya.

Contoh:

  • Rani: pemberani
  • Naga Biru: bijaksana

3. Latar

Keterangan mengenai:

  • Tempat
  • Waktu
  • Suasana

Contoh:

  • Hutan ajaib
  • Tahun 3000
  • Suasana mencekam

4. Alur: Rangkaian peristiwa dalam cerita.

Jenis alur:

  • Maju
  • Mundur
  • Campuran

5. Sudut Pandang: Cara pengarang menyampaikan cerita.

Contoh:

  • Orang pertama ("aku")
  • Orang ketiga ("dia")

6. Amanat

Pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. 

 

E. Struktur Cerita Fantasi 




1. Orientasi (Pengenalan)

Bagian awal cerita yang memperkenalkan:

  • Tokoh
  • Latar
  • Situasi awal

Contoh: Pada suatu sore, Arga sedang bermain di loteng rumah neneknya.

 

2. Komplikasi (Masalah)

Bagian yang berisi munculnya konflik atau masalah.

Contoh: Arga menemukan sebuah cermin yang tiba-tiba menyedot tubuhnya ke dunia lain.

 

3. Resolusi (Penyelesaian)

Bagian yang menjelaskan cara tokoh menyelesaikan masalah.

Contoh: Dengan bantuan peri penjaga hutan, Arga berhasil kembali ke dunia nyata. 

 

F. Kaidah Kebahasaan Cerita Fantasi 



1. Menggunakan Kata Ganti dan Nama Tokoh

Contoh:

  • Aku
  • Dia
  • Mereka
  • Rani
  • Bima

Kalimat: Rani berjalan menuju menara kristal.

 

2. Menggunakan Kata yang Melibatkan Pancaindra

Kata-kata yang menggambarkan:

  • Penglihatan
  • Pendengaran
  • Perabaan
  • Penciuman
  • Pengecapan

Contoh: Cahaya emas berkilauan memenuhi ruangan.

 

3. Menggunakan Kata Bermakna Kias

Contoh: Langit menangis sepanjang malam.

 

4. Menggunakan Kata Hubung Urutan Waktu

Contoh:

  • Kemudian
  • Setelah itu
  • Selanjutnya
  • Akhirnya

Kalimat: Setelah itu, mereka memasuki gerbang waktu.

 

5. Menggunakan Ungkapan Keterkejutan

Contoh:

  • Tiba-tiba
  • Betapa terkejutnya
  • Tak disangka

Kalimat: Tiba-tiba naga raksasa muncul dari balik gunung.

 

6. Menggunakan Dialog atau Kalimat Langsung

Contoh:

"Siapa kamu?" tanya Dimas.

"Aku penjaga kerajaan awan," jawab sosok itu. (Kompas)

 

G. Langkah-Langkah Menulis Cerita Fantasi

  1. Menentukan tema.
  2. Menentukan tokoh dan karakternya.
  3. Menentukan latar fantasi.
  4. Menyusun alur cerita.
  5. Menentukan konflik.
  6. Menulis penyelesaian masalah.
  7. Menambahkan unsur keajaiban atau imajinasi.
  8. Memeriksa kembali penggunaan bahasa dan ejaan.

 

H. Contoh Singkat Cerita Fantasi


Jam Tangan Penjelajah Waktu

Suatu hari, Dika menemukan jam tangan tua di gudang rumah kakeknya. Saat tombol merah ditekan, tiba-tiba cahaya biru menyelimuti tubuhnya.

Dalam sekejap, Dika berada di tahun 2125. Kota-kota melayang di udara dan mobil terbang memenuhi langit.

"Tolong kami!" teriak seorang anak robot.

Dika membantu memperbaiki pusat energi kota yang rusak. Setelah berhasil, anak robot memberinya kristal waktu.

Ketika kristal itu disentuh, Dika kembali ke rumahnya. Kini ia sadar bahwa keberanian dan kepedulian selalu dibutuhkan, kapan pun zamannya.

 

I. Pesan Moral dalam Cerita Fantasi

  1. Keberanian menghadapi masalah.
  2. Pentingnya persahabatan.
  3. Kejujuran membawa kebaikan.
  4. Kerja sama mempermudah penyelesaian masalah.
  5. Tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

 

Sumber Acuan

  1. Kompas.com – Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fantasi
  2. DetikEdu – Apa Itu Cerita Fantasi? Ini Struktur dan Kaidah Kebahasaannya
  3. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI)
  4. Artikel ilmiah: Jurnal Deiksis – Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Fantasi
  5. Artikel ilmiah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha

Info Seputar Bahasa Indonesia

Video Pembahasan Materi : @nurilaphasa

Tips & Trik Materi Bahasa Indonesia : @nuribook.id

 

TEKS DESKRIPSI: Pengertian, Ciri, Struktur, & Contoh Teks | SMP


A. Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, orang, hewan, tumbuhan, atau peristiwa secara rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami sendiri objek yang dideskripsikan. Teks deskripsi bertujuan memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu objek dengan memanfaatkan pancaindra.

Menurut Kemendikbud, teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan objek secara terperinci sehingga pembaca dapat menangkap kesan yang sama dengan penulis terhadap objek tersebut.

 

B. Tujuan Teks Deskripsi

  1. Menggambarkan suatu objek secara rinci dan jelas.
  2. Membantu pembaca membayangkan objek yang dijelaskan.
  3. Memberikan informasi mengenai ciri-ciri suatu objek.
  4. Menyampaikan kesan atau pengalaman penulis terhadap objek.
  5. Menumbuhkan minat dan perhatian pembaca terhadap objek yang dideskripsikan.

 

C. Ciri-Ciri Teks Deskripsi

  1. Menggambarkan objek secara rinci dan detail.
  2. Bersifat objektif atau subjektif sesuai tujuan penulis.
  3. Menggunakan kata-kata yang menggambarkan keadaan, sifat, warna, ukuran, bentuk, dan suasana.
  4. Melibatkan pancaindra, seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan.
  5. Membuat pembaca seolah-olah melihat atau merasakan langsung objek yang dideskripsikan.
  6. Fokus pada satu objek tertentu.
  7. Banyak menggunakan kata sifat dan kata keterangan.

 

D. Fungsi Teks Deskripsi

  1. Memberikan informasi mengenai suatu objek.
  2. Menjelaskan ciri-ciri objek secara rinci.
  3. Membantu pembaca mengenali objek yang dijelaskan.
  4. Menyampaikan kesan atau pengalaman penulis.
  5. Meningkatkan daya imajinasi pembaca.

 

E. Jenis-Jenis Teks Deskripsi

1. Deskripsi Spasial

Deskripsi yang menggambarkan tempat atau ruang.

Contoh:
Pantai Parangtritis memiliki hamparan pasir hitam yang luas. Ombak besar terus bergulung menuju pantai. Di kejauhan tampak perbukitan hijau yang memperindah pemandangan.

 

2. Deskripsi Objektif

Deskripsi yang menggambarkan objek sesuai keadaan sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat penulis.

Contoh:
Perpustakaan sekolah memiliki luas sekitar 120 meter persegi. Ruangan tersebut dilengkapi rak buku, meja baca, dan pendingin ruangan.

 

3. Deskripsi Subjektif

Deskripsi yang menggambarkan objek berdasarkan kesan atau pendapat penulis.

Contoh:
Perpustakaan sekolahku adalah tempat yang paling nyaman. Suasananya tenang dan membuatku betah berlama-lama membaca buku.

 

F. Struktur Teks Deskripsi 




1. Identifikasi

Bagian yang berisi pengenalan atau gambaran umum tentang objek yang akan dideskripsikan.

Contoh:
Sekolahku bernama SMP Negeri Harapan Bangsa. Sekolah ini terletak di pusat kota dan memiliki lingkungan yang asri.


2. Deskripsi Bagian

Bagian yang menjelaskan objek secara rinci, meliputi ciri-ciri fisik, sifat, kondisi, atau bagian-bagian objek.

Contoh:
Halaman sekolah dipenuhi berbagai tanaman hias. Gedung sekolah terdiri atas tiga lantai yang dicat warna putih dan biru. Ruang kelas selalu bersih dan tertata rapi.


3. Penutup atau Simpulan (Opsional)

Bagian yang berisi kesan umum atau pendapat penulis terhadap objek.

Contoh:
Karena lingkungan yang nyaman dan bersih, sekolahku menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar.

 

G. Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi 




1. Menggunakan Kata Benda

Kata benda digunakan untuk menyebut objek yang dideskripsikan.

Contoh: rumah, sekolah, gunung, kucing, taman

Kalimat: Taman kota itu memiliki banyak pohon rindang.


2. Menggunakan Kata Sifat

Kata sifat digunakan untuk menjelaskan ciri-ciri objek.

Contoh: indah, luas, tinggi, bersih, harum

Kalimat: Bunga mawar itu memiliki warna merah yang sangat indah.


3. Menggunakan Kata Kerja yang Menggambarkan Keadaan

Contoh: terlihat, tampak, berdiri, menjulang

Kalimat: Pohon kelapa itu menjulang tinggi di tepi pantai.


4. Menggunakan Kalimat Perincian

Kalimat perincian digunakan untuk menjelaskan bagian-bagian objek secara detail.

Contoh: Rumah itu memiliki tiga kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur, dan satu kamar mandi.


5. Menggunakan Majas atau Bahasa Kias

Bahasa kias digunakan untuk memperkuat gambaran objek.

Contoh: Hamparan sawah hijau itu bagaikan permadani alam yang membentang luas.


6. Menggunakan Kata yang Melibatkan Pancaindra

Contoh: berkilau, harum, lembut, merdu, pahit

Kalimat: Aroma bunga melati yang harum memenuhi halaman rumah.

 

H. Langkah-Langkah Menulis Teks Deskripsi

  1. Menentukan objek yang akan dideskripsikan.
  2. Mengamati objek secara langsung atau melalui sumber informasi.
  3. Mencatat ciri-ciri objek secara rinci.
  4. Menentukan tujuan penulisan.
  5. Menyusun kerangka teks berdasarkan struktur.
  6. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf yang padu.
  7. Memeriksa kembali penggunaan bahasa dan ejaan.

 

I. Contoh Teks Deskripsi


Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis merupakan salah satu objek wisata terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak di Kabupaten Bantul dan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Pantai Parangtritis memiliki hamparan pasir hitam yang luas. Ombak besar terus bergulung menuju bibir pantai. Angin laut bertiup cukup kencang sehingga menimbulkan suasana yang sejuk. Saat matahari terbenam, langit tampak berwarna jingga keemasan yang sangat memukau. Di sekitar pantai terdapat bukit-bukit yang menambah keindahan pemandangan.

Keindahan alam yang dimiliki Pantai Parangtritis menjadikannya salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta.

 

J. Contoh Analisis Struktur Teks Deskripsi

Teks: Pantai Parangtritis

Identifikasi:
P
antai Parangtritis merupakan salah satu objek wisata terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Deskripsi Bagian:
Pantai Parangtritis memiliki hamparan pasir hitam yang luas. Ombak besar terus bergulung menuju bibir pantai. Angin laut bertiup cukup kencang sehingga menimbulkan suasana yang sejuk.

Penutup:
Keindahan alam yang dimiliki Pantai Parangtritis menjadikannya salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta.

 

K. Perbedaan Teks Deskripsi dan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Deskripsi:

  • Menggambarkan satu objek secara rinci.
  • Bertujuan memberikan gambaran kepada pembaca.
  • Dapat memuat kesan pribadi penulis.
  • Bersifat lebih subjektif.

Teks Laporan Hasil Observasi:

  • Menjelaskan objek secara umum dan sistematis.
  • Bertujuan memberikan informasi berdasarkan hasil pengamatan.
  • Tidak memuat pendapat pribadi.
  • Bersifat objektif.

 

L. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Teks Deskripsi

  1. Deskripsi terlalu umum dan kurang rinci.
  2. Tidak melibatkan pancaindra.
  3. Penggunaan kata sifat yang kurang tepat.
  4. Informasi tidak sesuai dengan objek yang dijelaskan.
  5. Paragraf tidak tersusun secara runtut.
  6. Kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca.

 

Ringkasan Materi

Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan menggambarkan suatu objek secara rinci sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan objek tersebut. Struktur teks deskripsi terdiri atas identifikasi, deskripsi bagian, dan penutup. Ciri utama teks deskripsi adalah penggunaan kata-kata yang detail, banyak menggunakan kata sifat, serta melibatkan pancaindra untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.

 

Sumber Acuan:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum Merdeka.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase D.

Buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka

Portal Merdeka Mengajar

Pusat Bahasa Kemendikbudristek


Info Seputar Bahasa Indonesia

Video Pembahasan Materi : @nurilaphasa

Tips & Trik Materi Bahasa Indonesia : @nuribook.id

 

TEKS PROSEDUR: Pengertian, Struktur, Contoh Teks, & Kaidah Kebahasaan | SMP

 

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Teks ini disusun secara sistematis dan berurutan agar pembaca dapat melakukan suatu kegiatan, membuat sesuatu, atau menggunakan sesuatu dengan benar.

Teks prosedur berfungsi sebagai petunjuk, panduan, atau instruksi sehingga pembaca dapat melaksanakan suatu pekerjaan sesuai urutan yang telah ditentukan.

 

B. Tujuan Teks Prosedur

  1. Memberikan petunjuk atau arahan kepada pembaca.
  2. Menjelaskan langkah-langkah melakukan suatu kegiatan.
  3. Membantu pembaca mencapai tujuan dengan tepat.
  4. Menghindari kesalahan dalam melakukan suatu pekerjaan.
  5. Mempermudah pelaksanaan suatu kegiatan.

 

C. Ciri-Ciri Teks Prosedur

  1. Berisi langkah-langkah atau tahapan kegiatan.
  2. Langkah-langkah disusun secara urut dan sistematis.
  3. Menggunakan kalimat perintah atau instruksi.
  4. Menggunakan kata kerja tindakan.
  5. Menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan.
  6. Bersifat informatif dan praktis.
  7. Memiliki tujuan yang jelas.
  8. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

 

D. Fungsi Teks Prosedur

  1. Memberikan petunjuk dalam melakukan suatu kegiatan.
  2. Membantu pembaca memahami urutan pekerjaan.
  3. Menjadi pedoman dalam membuat atau menggunakan sesuatu.
  4. Mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan.
  5. Menjamin kegiatan dilakukan secara efektif dan efisien.

 

E. Jenis-Jenis Teks Prosedur

1. Teks Prosedur Sederhana

Teks prosedur yang hanya memiliki sedikit langkah.

Contoh:
Cara Menyalakan Lampu

  1. Tekan sakelar ke posisi ON.
  2. Lampu akan menyala.

 

2. Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur yang memiliki banyak langkah dan membutuhkan ketelitian.

Contoh:
Cara Membuat Kartu Pelajar, Cara Mengurus Paspor, atau Cara Membuat Kue.

 

3. Teks Prosedur Protokol

Teks prosedur yang langkah-langkahnya dapat dilakukan tidak harus secara kaku atau berurutan.

Contoh:
Cara Melakukan Olahraga Pagi.

  1. Lakukan pemanasan.
  2. Berlari kecil.
  3. Melakukan peregangan.
  4. Pendinginan.

 

F. Struktur Teks Prosedur 




1. Tujuan

Bagian yang menjelaskan hasil atau tujuan yang ingin dicapai.

Contoh: Cara Membuat Teh Manis Hangat

Tujuan: Membuat minuman teh manis yang siap diminum.

 

2. Alat dan Bahan

Bagian yang menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan.

Contoh:

Alat:

  • Gelas
  • Sendok

Bahan:

  • Teh celup
  • Gula
  • Air panas
  •  


3. Langkah-Langkah

Bagian yang berisi tahapan kegiatan secara urut.

Contoh:

  1. Siapkan gelas.
  2. Masukkan teh celup ke dalam gelas.
  3. Tambahkan gula secukupnya.
  4. Tuangkan air panas.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Teh siap disajikan.

 

4. Penutup (Opsional)

Bagian yang berisi hasil akhir atau simpulan.

Contoh: Teh manis hangat siap diminum.

 

G. Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur 



1. Menggunakan Kalimat Perintah (Imperatif)

Kalimat yang berisi perintah atau instruksi.

Contoh:

  • Potonglah kertas menjadi dua bagian.
  • Campurkan gula ke dalam air.
  • Tekan tombol daya.

 

2. Menggunakan Kata Kerja Tindakan

Kata kerja yang menunjukkan suatu aktivitas.

Contoh:

  • Potong
  • Campurkan
  • Tuangkan
  • Tekan
  • Susun
  • Lipat

Kalimat:
Campurkan semua bahan hingga merata.

 

3. Menggunakan Kata Penghubung Urutan

Kata yang menunjukkan urutan langkah.

Contoh:

  • Pertama
  • Kedua
  • Selanjutnya
  • Kemudian
  • Setelah itu
  • Terakhir

Kalimat:
Setelah itu, masukkan adonan ke dalam oven.

 
4. Menggunakan Kata Keterangan

Kata yang memberikan informasi tambahan.

Contoh:

  • Secara perlahan
  • Selama lima menit
  • Dengan hati-hati
  • Secukupnya

Kalimat:
Aduk adonan secara perlahan selama lima menit.

 

5. Menggunakan Kalimat Saran atau Larangan

Contoh:

  • Jangan membuka tutup panci saat memasak.
  • Hindari penggunaan air yang terlalu panas.
  • Sebaiknya gunakan alat yang bersih.

 

6. Menggunakan Penomoran atau Urutan Langkah

Contoh:

  1. Siapkan bahan.
  2. Campurkan bahan.
  3. Aduk hingga rata.
  4. Sajikan.

 

H. Langkah-Langkah Menulis Teks Prosedur

  1. Menentukan tujuan kegiatan.
  2. Menentukan alat dan bahan yang diperlukan.
  3. Menyusun langkah-langkah secara berurutan.
  4. Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
  5. Memastikan setiap langkah dapat dilakukan pembaca.
  6. Memeriksa kembali urutan langkah dan penggunaan ejaan.

 

I. Contoh Teks Prosedur


Cara Mencuci Tangan yang Benar

Tujuan:
Menjaga kebersihan tangan dan mencegah penyebaran kuman.

Alat dan Bahan:

  • Air mengalir
  • Sabun

Langkah-Langkah:

  1. Basahi kedua tangan dengan air mengalir.
  2. Tuangkan sabun secukupnya ke telapak tangan.
  3. Gosok kedua telapak tangan hingga berbusa.
  4. Bersihkan sela-sela jari dan punggung tangan.
  5. Gosok ujung jari dan kuku.
  6. Bilas tangan dengan air mengalir.
  7. Keringkan menggunakan tisu atau handuk bersih.

Penutup:
Tangan menjadi bersih dan siap digunakan untuk beraktivitas.

 

J. Contoh Teks Prosedur Kompleks

Cara Membuat Jus Mangga

Tujuan:
Membuat jus mangga yang segar dan sehat.

Alat dan Bahan:

  • Blender
  • Gelas
  • Pisau
  • 2 buah mangga matang
  • 200 ml air matang
  • Es batu secukupnya
  • Gula secukupnya

Langkah-Langkah:

  1. Kupas mangga dan potong menjadi beberapa bagian.
  2. Masukkan potongan mangga ke dalam blender.
  3. Tambahkan air matang dan gula secukupnya.
  4. Masukkan es batu sesuai selera.
  5. Nyalakan blender hingga semua bahan halus.
  6. Tuangkan jus ke dalam gelas.
  7. Jus mangga siap dinikmati.

 

K. Contoh Analisis Struktur Teks Prosedur

Teks:
Cara Membuat Jus Mangga

Tujuan:
Membuat jus mangga yang segar dan sehat.

Alat dan Bahan:
Blender, gelas, pisau, mangga, air matang, gula, dan es batu.

Langkah-Langkah:
Mengupas mangga, memasukkan bahan ke blender, menghaluskan, lalu menyajikan.

Penutup:
Jus mangga siap diminum.

 

L. Perbedaan Teks Prosedur dan Teks Deskripsi

Teks Prosedur

  • Berisi langkah-langkah melakukan sesuatu.
  • Bertujuan memberikan petunjuk.
  • Menggunakan kalimat perintah.
  • Disusun secara urut.

Teks Deskripsi

  • Berisi gambaran suatu objek.
  • Bertujuan menggambarkan objek secara rinci.
  • Banyak menggunakan kata sifat.
  • Tidak berisi tahapan kegiatan.

 

M. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Teks Prosedur

  1. Langkah-langkah tidak berurutan.
  2. Tujuan tidak jelas.
  3. Ada langkah yang terlewat.
  4. Menggunakan kalimat yang sulit dipahami.
  5. Tidak mencantumkan alat dan bahan yang diperlukan.
  6. Penggunaan kata kerja yang tidak tepat.
  7. Kesalahan ejaan dan tanda baca.

 

Ringkasan Materi

Teks prosedur adalah teks yang berisi petunjuk atau langkah-langkah untuk melakukan suatu kegiatan atau membuat sesuatu. Struktur teks prosedur terdiri atas tujuan, alat dan bahan, langkah-langkah, dan penutup. Ciri utamanya adalah menggunakan kalimat perintah, kata kerja tindakan, serta urutan langkah yang sistematis sehingga tujuan dapat tercapai dengan benar.

 

Sumber Acuan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Kurikulum Merdeka.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase D.

Buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Kurikulum Merdeka

Portal Merdeka Mengajar

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa


Info Seputar Bahasa Indonesia

Video Pembahasan Materi : @nurilaphasa

Tips & Trik Materi Bahasa Indonesia : @nuribook.id

Follow Us Youtube @nurilaphasa